
Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bekasi menerima kunjungan mahasiswa Binus University dalam rangka program pendidikan karakter yang bertujuan menambah wawasan dan pengalaman langsung terkait masalah serta kebutuhan sosial di lingkungan sekitar mahasiswa. Kegiatan ini diselenggarakan pada Senin, 17 November 2025, bertempat di Kantor Sekretariat FKUB Kota Bekasi. Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana edukatif dan terbuka, memberikan ruang dialog antara mahasiswa dan para tokoh FKUB.
Dalam kunjungan tersebut, FKUB Kota Bekasi diwakili oleh KH. Madinah, Ade Suhairi Budiman, dan Soegandi yang bertindak sebagai narasumber. Ketiganya memaparkan berbagai dinamika kehidupan sosial keagamaan di Kota Bekasi, termasuk upaya menjaga kerukunan, mencegah potensi konflik, serta membangun harmoni di tengah keberagaman. Penjelasan yang diberikan mampu memberikan perspektif baru bagi mahasiswa tentang pentingnya peran lembaga sosial-keagamaan dalam menjaga stabilitas sosial.
Mahasiswa Binus University yang hadir mendapatkan kesempatan untuk berdialog langsung dengan para pengurus FKUB. Mereka mengajukan pertanyaan seputar tantangan toleransi, strategi komunikasi lintas agama, hingga peran pemuda dalam menjaga keharmonisan masyarakat. Diskusi ini menciptakan suasana yang interaktif, di mana mahasiswa dapat memahami realitas sosial secara lebih komprehensif dan kontekstual.
KH. Madinah dalam paparannya menekankan bahwa kerukunan umat beragama tidak dapat dibangun hanya melalui teori, tetapi memerlukan praktik nyata melalui interaksi dan kerja sama antarwarga. Ia juga menjelaskan bahwa FKUB terus melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk generasi muda, dalam berbagai program dialog kebangsaan dan edukasi toleransi. Menurutnya, mahasiswa adalah agen perubahan yang memiliki potensi besar dalam menciptakan lingkungan sosial yang inklusif.
Sementara itu, Ade Suhairi Budiman memaparkan contoh program dan kegiatan FKUB Kota Bekasi yang berfokus pada penguatan karakter dan pemahaman lintas budaya. Ia menegaskan bahwa keberagaman di Kota Bekasi merupakan kekayaan sosial yang harus dikelola dengan bijak, melalui pendekatan edukasi dan keterlibatan masyarakat. Penjelasan ini memberikan gambaran nyata tentang dinamika kerukunan yang dihadapi di wilayah perkotaan dengan populasi heterogen.
Soegandi juga memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai pentingnya membangun sensitivitas sosial dalam kehidupan sehari-hari. Ia menjelaskan bahwa memahami kebutuhan sosial masyarakat sekitar merupakan pondasi bagi terciptanya empati dan kepedulian sosial. Dengan demikian, mahasiswa dapat lebih mampu berperan aktif dalam menghadapi isu-isu sosial di lingkungan mereka.
Kegiatan kunjungan ini berjalan lancar dan mendapatkan apresiasi dari kedua belah pihak. Para mahasiswa merasa mendapatkan wawasan baru yang tidak hanya berguna secara akademis, tetapi juga bermanfaat bagi pembentukan karakter mereka. FKUB Kota Bekasi berharap kegiatan seperti ini dapat berlanjut dan diperluas sebagai bentuk kolaborasi antara lembaga pendidikan dan lembaga sosial untuk memperkuat nilai toleransi dan persatuan.
Melalui kegiatan ini, FKUB Kota Bekasi menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan pendidikan karakter bagi generasi muda. Pertemuan ini menjadi wadah penting bagi mahasiswa untuk melihat langsung peran lembaga sosial-keagamaan dalam menjaga harmoni di tengah keberagaman masyarakat. Harapannya, pengalaman ini dapat menjadi bekal mahasiswa dalam membangun kepedulian sosial dan semangat kebangsaan di masa depan.