Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bekasi, H. Abdul Manan, menghadiri kegiatan zikir dan doa bersama dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin, 17 Agustus 2026, di Kantor Kementerian Agama Kota Bekasi. Kegiatan ini menjadi bagian dari refleksi spiritual untuk mengenang perjuangan para pahlawan sekaligus memanjatkan doa bagi keselamatan, kedamaian, dan kemajuan bangsa Indonesia. Peringatan kemerdekaan melalui zikir dan doa juga mengingatkan masyarakat bahwa perjalanan bangsa tidak terlepas dari ikhtiar, pengorbanan, serta harapan akan masa depan yang lebih baik. Kehadiran H. Abdul Manan dalam kegiatan tersebut mencerminkan pentingnya peran tokoh agama dalam menumbuhkan semangat kebangsaan dan memperkuat kehidupan masyarakat yang harmonis.

Peringatan kemerdekaan tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga kesempatan untuk mengevaluasi tanggung jawab bersama dalam mengisi kemerdekaan. Nilai-nilai perjuangan yang diwariskan para pendiri bangsa perlu diteruskan melalui sikap jujur, kepedulian sosial, semangat gotong royong, dan komitmen menjaga persatuan. Dalam konteks tersebut, zikir dan doa bersama memiliki makna sebagai ungkapan rasa syukur atas kemerdekaan sekaligus ikhtiar batin agar bangsa Indonesia senantiasa diberi kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan. Doa yang dipanjatkan juga menjadi pengingat bahwa pembangunan bangsa membutuhkan keseimbangan antara kemajuan material, kematangan moral, dan penguatan nilai-nilai kemanusiaan.

Sebagai lembaga yang berperan dalam memelihara kerukunan umat beragama, FKUB Kota Bekasi memandang bahwa kehidupan beragama yang damai merupakan salah satu fondasi penting bagi persatuan nasional. Kerukunan tidak hanya dibangun melalui dialog dan kerja sama antarpemeluk agama, tetapi juga melalui keteladanan para tokoh agama dalam menanamkan nilai kasih sayang, penghormatan, dan kepedulian terhadap sesama. Kegiatan keagamaan yang berlangsung dalam suasana kebangsaan dapat menjadi ruang untuk memperkuat kesadaran bahwa setiap warga negara memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Perbedaan keyakinan dan tradisi keagamaan hendaknya tidak menjadi penghalang bagi masyarakat untuk bersatu dalam cita-cita bersama, yaitu mewujudkan kehidupan yang aman, damai, adil, dan sejahtera.

Momentum zikir dan doa bersama di lingkungan Kementerian Agama Kota Bekasi juga relevan dengan upaya memperkuat moderasi beragama dalam kehidupan masyarakat yang majemuk. Moderasi beragama menekankan pentingnya menjalankan ajaran agama secara seimbang, menghormati martabat manusia, serta menjaga hubungan yang baik dengan sesama warga negara. Dalam praktiknya, nilai tersebut perlu diwujudkan melalui perilaku yang mengedepankan dialog, menghindari prasangka, dan menyelesaikan perbedaan secara bijaksana. Kolaborasi antara Kementerian Agama, FKUB, tokoh agama, dan berbagai unsur masyarakat menjadi penting untuk memastikan bahwa nilai-nilai keagamaan turut memberikan kontribusi nyata bagi perdamaian dan persatuan bangsa.

Melalui peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, FKUB Kota Bekasi berharap semangat syukur dan doa bagi bangsa dapat berjalan seiring dengan tindakan nyata dalam kehidupan bermasyarakat. Menjaga kemerdekaan pada masa kini berarti merawat persaudaraan, menghargai perbedaan, serta mencegah berkembangnya sikap intoleran yang berpotensi mengganggu keharmonisan sosial. Upaya tersebut membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat, baik pemerintah, tokoh agama, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, maupun generasi muda. Dengan menjadikan nilai-nilai agama sebagai sumber kebaikan dan semangat kebangsaan sebagai landasan bersama, Kota Bekasi diharapkan terus tumbuh menjadi kota yang rukun, toleran, dan mampu memberikan kontribusi bagi terwujudnya Indonesia yang damai dan bermartabat.