
Persaudaraan Wanita Lintas Agama (PERWALA) Kota Bekasi menyelenggarakan Seminar Moderasi Beragama pada Selasa, 29 September 2026, bertempat di Aula Lantai 5 Kantor Kementerian Agama Kota Bekasi. Kegiatan ini menjadi ruang dialog dan refleksi bersama bagi perempuan lintas agama untuk memperkuat pemahaman tentang moderasi beragama sekaligus meneguhkan komitmen menjaga keharmonisan di tengah masyarakat yang majemuk. Melalui forum ini, para perempuan dari latar belakang keyakinan yang beragam didorong untuk membangun komunikasi yang terbuka, menumbuhkan sikap saling menghormati, dan memperluas kerja sama dalam kehidupan bermasyarakat. Seminar tersebut mengangkat pesan penting bahwa kerukunan tidak tumbuh dengan sendirinya, melainkan perlu dirawat melalui kesadaran, keteladanan, dan tindakan nyata yang dilakukan secara berkelanjutan.
Moderasi beragama merupakan cara pandang dan sikap beragama yang menekankan keseimbangan, penghormatan terhadap martabat manusia, serta kemampuan menyikapi perbedaan secara bijaksana. Dalam kehidupan masyarakat yang beragam seperti Kota Bekasi, nilai-nilai tersebut menjadi penting untuk membangun hubungan sosial yang sehat dan mencegah berkembangnya prasangka antarkelompok. Perbedaan keyakinan tidak semestinya menjadi penghalang bagi masyarakat untuk bekerja sama dalam persoalan kemanusiaan, pendidikan, sosial, maupun pembangunan lingkungan. Karena itu, seminar ini memiliki relevansi sebagai ruang pembelajaran bersama untuk memperkuat pemahaman bahwa menjalankan keyakinan masing-masing dapat berjalan seiring dengan penghormatan terhadap hak orang lain.
Perempuan memiliki posisi strategis dalam menanamkan nilai toleransi, baik di lingkungan keluarga maupun di tengah masyarakat. Melalui pendidikan dalam keluarga, interaksi sosial, kegiatan komunitas, dan keteladanan sehari-hari, perempuan dapat berkontribusi dalam membangun generasi yang terbuka, menghargai perbedaan, serta tidak mudah terpengaruh oleh sikap intoleran. Peran tersebut menjadi semakin penting ketika masyarakat menghadapi tantangan berupa informasi yang menyesatkan, prasangka, dan potensi konflik yang dapat mengganggu hubungan antarumat beragama. Dengan memperkuat kapasitas perempuan lintas agama, upaya merawat kerukunan dapat menjangkau ruang-ruang kehidupan yang dekat dengan masyarakat sekaligus memberikan dampak yang berkelanjutan.
Penyelenggaraan seminar oleh PERWALA Kota Bekasi juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas agama dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman. Dialog yang dilandasi keterbukaan dan rasa saling percaya dapat membantu masyarakat memahami perspektif satu sama lain tanpa harus menghilangkan identitas keyakinan masing-masing. Kolaborasi tersebut perlu diterjemahkan ke dalam kegiatan nyata, seperti aksi sosial bersama, penguatan pendidikan toleransi, kepedulian terhadap kelompok rentan, dan berbagai inisiatif yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Dengan demikian, moderasi beragama tidak berhenti sebagai wacana, tetapi hadir sebagai praktik sosial yang dapat dirasakan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.
Semangat yang diusung dalam kegiatan ini terangkum dalam pesan “Perempuan Bersatu, Toleransi Menguat, Kerukunan Terawat.” Pesan tersebut mengandung makna bahwa persatuan perempuan lintas agama dapat menjadi kekuatan sosial untuk membangun hubungan yang damai, setara, dan saling menghargai. Kerukunan bukan berarti menyeragamkan keyakinan atau menghapus perbedaan, melainkan menciptakan ruang bersama agar setiap orang dapat menjalankan agamanya dengan tetap menghormati hak dan keberadaan orang lain. Melalui dialog, keteladanan, dan kerja sama yang konsisten, perempuan lintas agama di Kota Bekasi diharapkan terus menjadi bagian penting dari gerakan merawat toleransi dan memperkuat persaudaraan kebangsaan.
Seminar Moderasi Beragama PERWALA Kota Bekasi menjadi pengingat bahwa menjaga kerukunan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan partisipasi seluruh unsur masyarakat. Perempuan lintas agama dapat mengambil peran sebagai penghubung komunikasi, penggerak kepedulian sosial, serta teladan dalam membangun kehidupan yang harmonis di tengah perbedaan. Komitmen tersebut sejalan dengan upaya memperkuat moderasi beragama sebagai bagian dari pembangunan masyarakat yang damai dan inklusif. Dari ruang dialog seperti inilah diharapkan tumbuh kerja sama yang lebih luas untuk menjaga kerukunan umat beragama dan memperkokoh persatuan di Kota Bekasi.