
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bekasi, H. Abdul Manan, mengikuti apel peringatan Hari Pramuka yang diselenggarakan pada Jumat, 14 Agustus 2026, di Plaza Pemerintah Kota Bekasi. Kegiatan ini menjadi bagian dari momentum untuk memperkuat semangat kebangsaan, membangun karakter generasi muda, serta meneguhkan kembali nilai-nilai persatuan dalam kehidupan bermasyarakat. Peringatan Hari Pramuka tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi juga ruang refleksi mengenai pentingnya pendidikan karakter dan pembentukan warga negara yang berintegritas. Kehadiran Ketua FKUB Kota Bekasi dalam kegiatan tersebut mencerminkan dukungan terhadap upaya membangun masyarakat yang memiliki semangat pengabdian, kepedulian sosial, dan tanggung jawab kebangsaan.
Gerakan Pramuka memiliki peran strategis dalam pendidikan nonformal, khususnya dalam menanamkan nilai kedisiplinan, kemandirian, gotong royong, kepemimpinan, dan cinta Tanah Air. Nilai-nilai tersebut relevan dengan tantangan kehidupan masyarakat saat ini, ketika generasi muda dihadapkan pada perubahan sosial, perkembangan teknologi, serta derasnya arus informasi yang dapat memengaruhi cara pandang dan perilaku. Melalui kegiatan kepramukaan, generasi muda diharapkan mampu mengembangkan karakter yang tangguh sekaligus memiliki kepekaan terhadap persoalan di lingkungan sekitarnya. Semangat ini sejalan dengan kebutuhan untuk menyiapkan generasi penerus yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga memiliki komitmen terhadap persatuan dan kepentingan bangsa.
Dalam perspektif kerukunan umat beragama, nilai-nilai kepramukaan memiliki keterkaitan erat dengan upaya membangun kehidupan yang harmonis di tengah masyarakat yang majemuk. Sikap saling menghormati, kesediaan bekerja sama, dan semangat persaudaraan merupakan modal sosial yang diperlukan untuk menjaga hubungan baik antarkelompok masyarakat, termasuk di antara pemeluk agama yang berbeda. Kerukunan tidak tumbuh dengan sendirinya, melainkan perlu dibangun melalui pendidikan, keteladanan, dan pengalaman berinteraksi secara positif sejak usia dini. Oleh karena itu, gerakan Pramuka dapat menjadi salah satu ruang pembelajaran yang mendorong generasi muda memahami bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk bekerja bersama demi tujuan yang lebih besar.
Bagi FKUB Kota Bekasi, penguatan karakter kebangsaan merupakan bagian penting dari upaya memelihara kerukunan dan mencegah berkembangnya sikap intoleran di tengah masyarakat. Pendidikan toleransi perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui keluarga, sekolah, organisasi kepemudaan, komunitas keagamaan, serta berbagai kegiatan sosial yang mempertemukan masyarakat dari latar belakang berbeda. Generasi muda perlu dibekali pemahaman bahwa menghormati keyakinan orang lain merupakan bagian dari kehidupan bersama dalam negara yang berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Dengan demikian, semangat kepramukaan dan semangat kerukunan dapat saling menguatkan dalam membentuk generasi yang berkarakter, terbuka, dan bertanggung jawab terhadap masa depan bangsa.
Peringatan Hari Pramuka di Plaza Pemerintah Kota Bekasi ini menjadi pengingat bahwa pembangunan bangsa tidak hanya bertumpu pada kemajuan fisik dan ekonomi, tetapi juga pada kualitas karakter serta kekuatan hubungan sosial masyarakatnya. Semangat pengabdian yang menjadi bagian dari gerakan Pramuka perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, mulai dari kepedulian terhadap lingkungan hingga kontribusi dalam menjaga ketertiban dan keharmonisan sosial. FKUB Kota Bekasi memandang bahwa persatuan dan kerukunan merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda. Melalui kolaborasi yang berkelanjutan antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, dan gerakan kepemudaan, Kota Bekasi diharapkan terus tumbuh sebagai kota yang menjunjung tinggi toleransi, memperkuat persaudaraan, dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.