Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bekasi, H. Abdul Manan, menghadiri kegiatan ramah tamah serta pentas seni dan budaya dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-31 Paroki Taman Galaxi Gereja Santo Bartolomeus, Minggu, 20 September 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di pelataran Gereja Santo Bartolomeus dan menjadi bagian dari perayaan perjalanan pelayanan serta kebersamaan umat di lingkungan paroki. Kehadiran Ketua FKUB Kota Bekasi dalam kegiatan ini mencerminkan pentingnya membangun komunikasi dan hubungan sosial yang baik di tengah masyarakat yang memiliki latar belakang agama dan budaya yang beragam. Momentum peringatan hari jadi rumah ibadah juga menjadi ruang untuk memperkuat nilai kebersamaan, kepedulian, dan penghormatan terhadap keberagaman.

Ramah tamah yang dipadukan dengan pentas seni dan budaya memiliki arti penting dalam kehidupan bermasyarakat. Seni dan budaya tidak hanya menjadi sarana untuk menampilkan kreativitas, tetapi juga dapat menjadi media perjumpaan yang mempertemukan berbagai kalangan dalam suasana yang akrab dan penuh penghargaan. Melalui kegiatan semacam ini, masyarakat memiliki kesempatan untuk mengenal satu sama lain secara lebih dekat, membangun kepercayaan, serta memperkuat ikatan sosial tanpa menjadikan perbedaan sebagai penghalang. Dalam konteks Kota Bekasi yang dihuni masyarakat dengan beragam keyakinan dan tradisi, ruang kebersamaan seperti ini menjadi salah satu unsur penting dalam merawat kehidupan yang harmonis.

Bagi FKUB Kota Bekasi, kerukunan umat beragama tidak cukup hanya diwujudkan melalui sikap saling menghormati dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga perlu diperkuat melalui komunikasi, interaksi sosial, dan kerja sama lintas komunitas. Kehadiran tokoh lintas agama dalam kegiatan kemasyarakatan menjadi bagian dari upaya membangun suasana yang terbuka serta menumbuhkan rasa saling percaya. Kerukunan yang kokoh tumbuh ketika masyarakat mampu menerima perbedaan sebagai kenyataan sosial sekaligus menjadikannya landasan untuk bekerja bersama demi kepentingan yang lebih luas. Karena itu, kegiatan yang mempertemukan unsur keagamaan, seni, dan budaya memiliki relevansi dalam mendukung kehidupan masyarakat yang damai dan saling menghargai.

Peringatan HUT ke-31 Paroki Taman Galaxi Gereja Santo Bartolomeus juga menjadi momentum untuk merefleksikan pentingnya peran komunitas keagamaan dalam kehidupan sosial. Rumah ibadah dan komunitas umat dapat berkontribusi dalam menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian, serta semangat persaudaraan di tengah masyarakat. Upaya merawat kerukunan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, pemerintah, dan warga secara luas. Dengan komunikasi yang berkelanjutan dan semangat saling menghormati, keberagaman di Kota Bekasi dapat terus menjadi kekuatan untuk membangun kehidupan bersama yang harmonis.

Kehadiran H. Abdul Manan dalam kegiatan tersebut sejalan dengan komitmen FKUB Kota Bekasi untuk terus mendukung terpeliharanya kerukunan dan memperkuat persatuan di tengah masyarakat majemuk. FKUB memandang bahwa dialog dan perjumpaan sosial merupakan bagian penting dari upaya pencegahan kesalahpahaman serta penguatan hubungan antarumat beragama. Semangat kebersamaan yang tumbuh melalui kegiatan sosial, seni, dan budaya diharapkan dapat terus dipelihara dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, Kota Bekasi dapat terus berkembang sebagai kota yang menjunjung tinggi toleransi, menghormati perbedaan, dan menjaga persatuan bangsa.