Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bekasi, H. Abdul Manan, menghadiri kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang dirangkaikan dengan tausiyah oleh Gugun Gumilar, M.A., Ph.D., selaku Staf Khusus Menteri Agama Republik Indonesia. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 22 Agustus 2026, bertempat di Gereja GPIB “Pilar Asih”, Bekasi. Pelaksanaan kegiatan di lingkungan gereja dengan menghadirkan unsur Kementerian Agama menjadi momentum untuk mempererat komunikasi dan membangun pemahaman bersama mengenai pentingnya persatuan dalam kehidupan masyarakat yang majemuk. Kehadiran Ketua FKUB Kota Bekasi mencerminkan komitmen untuk terus merawat hubungan lintas agama serta memperkuat sinergi antara tokoh agama, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga keharmonisan di Kota Bekasi.

Peringatan kemerdekaan yang diselenggarakan dalam suasana kebersamaan lintas elemen masyarakat mengingatkan bahwa kemerdekaan Indonesia lahir dari perjuangan kolektif seluruh komponen bangsa. Para pendiri bangsa telah meletakkan dasar kehidupan bernegara yang mengakui keberagaman sekaligus menempatkan persatuan sebagai landasan utama dalam membangun Indonesia. Nilai-nilai tersebut tetap relevan untuk menghadapi tantangan kehidupan bermasyarakat saat ini, terutama dalam menjaga hubungan sosial di tengah perbedaan agama, keyakinan, budaya, dan pandangan. Oleh karena itu, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak hanya menjadi kesempatan untuk mengenang sejarah, tetapi juga ruang refleksi untuk memperkuat tanggung jawab bersama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tausiyah yang disampaikan Gugun Gumilar, M.A., Ph.D., selaku Staf Khusus Menteri Agama RI, menjadi bagian penting dari rangkaian kegiatan tersebut. Kehadiran unsur Kementerian Agama dalam kegiatan di lingkungan gereja memberikan ruang bagi penguatan komunikasi dan persaudaraan di tengah masyarakat yang memiliki latar belakang keagamaan berbeda. Dalam konteks kehidupan berbangsa, dialog dan perjumpaan lintas agama memiliki arti penting untuk membangun kepercayaan, mengurangi prasangka, serta memperluas pemahaman mengenai nilai-nilai kemanusiaan yang dijunjung bersama. Pesan-pesan keagamaan yang disampaikan dalam forum seperti ini diharapkan dapat menjadi dorongan bagi masyarakat untuk menerapkan sikap saling menghormati dan berkontribusi dalam menciptakan kehidupan sosial yang damai.

Bagi FKUB Kota Bekasi, kerukunan umat beragama merupakan bagian mendasar dari upaya menjaga stabilitas sosial dan memperkuat persatuan nasional. Kerukunan tidak cukup dimaknai sebagai keadaan tanpa konflik, tetapi juga perlu diwujudkan melalui hubungan yang saling menghargai, komunikasi yang terbuka, dan kesediaan bekerja sama dalam menghadapi persoalan bersama. Pertemuan lintas agama seperti ini dapat menjadi sarana membangun kedekatan sosial yang melampaui batas-batas identitas keagamaan tanpa mengurangi penghormatan terhadap keyakinan masing-masing. Melalui komunikasi yang berkelanjutan, tokoh agama dan lembaga keagamaan diharapkan mampu menjadi bagian dari solusi dalam menghadapi berbagai dinamika sosial yang berpotensi memengaruhi keharmonisan masyarakat.

Momentum peringatan kemerdekaan di GPIB “Pilar Asih” juga mengingatkan bahwa menjaga Indonesia merupakan tanggung jawab seluruh warga negara, tanpa memandang latar belakang agama maupun kelompok sosial. Semangat Bhinneka Tunggal Ika perlu diwujudkan dalam tindakan nyata, mulai dari menghormati kebebasan beragama, membangun kepedulian terhadap sesama, hingga menolak sikap diskriminatif dan tindakan yang dapat memecah belah masyarakat. FKUB Kota Bekasi terus mendorong penguatan dialog lintas agama, moderasi beragama, serta kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai unsur masyarakat sebagai bagian dari ikhtiar memelihara kerukunan. Dengan menjadikan nilai kemanusiaan, Pancasila, dan semangat persaudaraan sebagai pijakan bersama, Kota Bekasi diharapkan terus berkembang sebagai kota yang harmonis, toleran, dan mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman.