
Dialog Ramadhan 2026 mengusung tema “Peran Strategis Tokoh Agama Menjaga Keutuhan Alam Ciptaan” diselenggarakan pada Selasa, 3 Maret 2026 di Aula Grha Pemuda, Gereja Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga. Kegiatan ini digagas oleh Keuskupan Agung Jakarta melalui Komisi Hubungan Antar Agama dan Kemasyarakatan sebagai ruang refleksi lintas iman di bulan suci. Acara tersebut menghadirkan tokoh-tokoh agama, akademisi, dan perwakilan organisasi kemasyarakatan dalam suasana dialog yang hangat dan konstruktif.
Hadir dan memberikan sambutan utama, Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar. Dalam pidatonya, ia menegaskan bahwa Indonesia dibangun di atas fondasi keberagaman yang harus dijaga bersama oleh seluruh elemen bangsa. Ia juga menekankan pentingnya menghargai perbedaan, merawat keragaman, serta memperkuat moderasi beragama sebagai pilar menjaga persatuan nasional.
Dialog ini menyoroti peran strategis tokoh agama dalam merawat alam sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual umat beragama. Para narasumber sepakat bahwa isu lingkungan bukan hanya persoalan ekologis, melainkan juga persoalan etika dan iman. Oleh karena itu, kolaborasi lintas agama dinilai menjadi langkah penting dalam membangun kesadaran kolektif untuk menjaga keutuhan ciptaan.
Ketua FKUB Kota Bekasi, H. Abdul Manan, turut menghadiri kegiatan tersebut didampingi Sekretaris FKUB Kota Bekasi, Syafrudin, SE. Kehadiran FKUB Kota Bekasi menunjukkan komitmen dalam memperkuat sinergi lintas iman, khususnya dalam isu-isu strategis seperti pelestarian lingkungan dan penguatan harmoni sosial. H. Abdul Manan menyampaikan bahwa dialog semacam ini menjadi momentum penting untuk memperluas jejaring kerja sama antar tokoh agama.
Kegiatan berlangsung dengan penuh khidmat dan dialog interaktif antar peserta yang mencerminkan semangat kebersamaan di bulan Ramadan. Forum ini diharapkan mampu melahirkan gagasan dan aksi nyata dalam menjaga lingkungan hidup berbasis nilai-nilai keagamaan. Dengan semangat toleransi dan kolaborasi, Dialog Ramadhan 2026 menjadi wujud nyata komitmen lintas agama dalam merawat Indonesia yang majemuk dan berkelanjutan.