Pemerintah Kota Bekasi menggelar kegiatan pembekalan bagi camat dan lurah se-Kota Bekasi dengan tema “Penguatan Peran Pemerintah Wilayah Dalam Menjaga Kerukunan Umat Beragama dan Harmoni Sosial” pada Kamis, 7 Mei 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kementerian Agama Kota Bekasi dan dihadiri oleh jajaran aparatur wilayah dari seluruh kecamatan dan kelurahan di Kota Bekasi. Agenda ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas pemerintah wilayah dalam menjaga kondusifitas sosial di tengah masyarakat yang majemuk.

Acara dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya peran camat dan lurah sebagai garda terdepan pemerintah dalam menjaga kerukunan umat beragama di lingkungan masyarakat. Ia juga mengajak seluruh aparatur wilayah untuk terus membangun komunikasi yang baik dengan tokoh agama dan masyarakat demi terciptanya stabilitas sosial yang berkelanjutan.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bekasi hadir sebagai narasumber utama dalam kegiatan tersebut. Materi yang disampaikan menyoroti pentingnya sinergi lintas sektor dalam mencegah potensi konflik sosial serta memperkuat nilai toleransi di masyarakat. Para peserta tampak antusias mengikuti sesi pembekalan yang berlangsung interaktif dan penuh diskusi konstruktif.

Kegiatan ini juga mempertegas kolaborasi antara pemerintah daerah dengan Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Bekasi dalam menjaga harmoni sosial. FKUB dinilai memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam membangun komunikasi lintas agama serta merawat nilai kebersamaan di tengah keberagaman. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan sosial masyarakat Kota Bekasi.

Melalui pembekalan ini, diharapkan tercipta koordinasi yang semakin solid antara pemerintah wilayah, FKUB, dan seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah Kota Bekasi menargetkan terwujudnya lingkungan masyarakat yang aman, damai, dan penuh toleransi. Dengan semangat kolaborasi, Kota Bekasi diharapkan terus berkembang menjadi kota yang harmonis, inklusif, dan sesuai dengan semangat “Bekasi Keren”.