Kegiatan konsinyering finalisasi buku saku advokasi bertajuk “Merawat Kehidupan Keagamaan dalam Masyarakat Majemuk di Jawa Barat” dilaksanakan pada Kamis, 30 April 2026 hingga Jumat, 1 Mei 2026. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Avenzel dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan di bidang keagamaan. Agenda ini menjadi bagian penting dalam penyusunan panduan praktis untuk memperkuat kerukunan di tengah masyarakat yang beragam.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Bekasi, H. Abdul Manan, bertindak sebagai narasumber tunggal dalam kegiatan tersebut. Ia didampingi oleh Sekretaris FKUB Kota Bekasi, Syafrudin, SE, serta Soegandi sebagai bagian dari tim pendukung. Kehadiran mereka menunjukkan peran aktif FKUB Kota Bekasi dalam memberikan kontribusi pemikiran strategis terkait penguatan kehidupan keagamaan di tingkat regional.

Dalam pemaparannya, H. Abdul Manan menekankan pentingnya pendekatan dialogis dan edukatif dalam menjaga harmoni di masyarakat majemuk. Ia menyampaikan bahwa buku saku advokasi ini diharapkan dapat menjadi pedoman praktis bagi berbagai pihak dalam menangani isu-isu keagamaan secara bijak. Materi yang disampaikan mencakup strategi pencegahan konflik, penguatan toleransi, serta peran tokoh agama dalam membangun kedamaian.

Kegiatan konsinyering ini juga diisi dengan sesi diskusi, penyempurnaan materi, serta penajaman substansi buku saku yang akan diterbitkan. Para peserta terlibat aktif dalam memberikan masukan guna memastikan isi buku relevan dan aplikatif di lapangan. Proses finalisasi dilakukan secara kolaboratif untuk menghasilkan dokumen yang komprehensif dan mudah dipahami.

Melalui kegiatan ini, diharapkan buku saku advokasi tersebut dapat menjadi referensi penting dalam merawat kehidupan keagamaan di Jawa Barat. FKUB Kota Bekasi menegaskan komitmennya untuk terus berperan dalam menjaga kerukunan umat beragama melalui pendekatan edukasi dan dialog. Dengan sinergi yang kuat antar berbagai pihak, diharapkan tercipta masyarakat yang harmonis, toleran, dan damai.