
Upaya memperkuat ketahanan moral dan sosial masyarakat kembali digelorakan melalui kegiatan Sarasehan Pencegahan LGBT Berbasis Nilai Keagamaan dan Kebangsaan yang digelar pada Rabu, 5 November 2025, di Aula Nusantara, Kota Bekasi. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai tokoh agama, akademisi, serta perwakilan dari organisasi masyarakat yang peduli terhadap pembinaan generasi muda. Kehadiran para tokoh ini menunjukkan komitmen bersama untuk meneguhkan nilai-nilai moral, spiritual, dan kebangsaan di tengah tantangan modernitas yang semakin kompleks.
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bekasi, H. Abdul Manan, hadir dan memiliki pandangan pentingnya sinergi antara lembaga keagamaan, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun kesadaran tentang bahaya penyimpangan moral yang bertentangan dengan nilai agama dan budaya bangsa. Menurutnya, pendekatan persuasif yang berbasis nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan merupakan langkah efektif dalam mencegah penyebaran paham dan perilaku yang tidak sejalan dengan jati diri bangsa Indonesia.
Dalam sarasehan tersebut, berbagai narasumber menyampaikan pandangan dari sudut pandang agama, pendidikan, dan sosial budaya. Diskusi berlangsung dinamis dengan menyoroti pentingnya peran keluarga dan lembaga pendidikan dalam memberikan pemahaman yang benar kepada generasi muda tentang identitas diri dan moralitas. Para peserta juga menekankan bahwa pencegahan bukan hanya sebatas pelarangan, melainkan juga pembinaan karakter melalui pendekatan yang humanis dan edukatif.
Selain itu, kegiatan ini menjadi wadah dialog antarumat beragama untuk memperkuat kerja sama dalam menjaga moralitas publik di tengah arus globalisasi dan kemajuan teknologi. Para tokoh lintas agama menyepakati bahwa setiap agama memiliki ajaran yang menekankan pentingnya kesucian hubungan manusia dan penghormatan terhadap kodrat yang telah ditetapkan oleh Tuhan. Semangat kebersamaan tersebut diharapkan dapat menjadi benteng moral bagi masyarakat Bekasi dalam menghadapi tantangan sosial di masa mendatang.
Melalui sarasehan ini, panitia berharap muncul komitmen nyata dari berbagai pihak untuk terus melakukan edukasi, sosialisasi, dan pendampingan terhadap masyarakat. Kesadaran kolektif tentang pentingnya nilai keagamaan dan kebangsaan diyakini mampu menjadi landasan kokoh dalam membangun masyarakat yang beradab dan bermartabat. Dengan adanya kegiatan seperti ini, Kota Bekasi diharapkan dapat menjadi contoh daerah yang aktif mengedepankan dialog konstruktif serta pembinaan moral berbasis nilai-nilai luhur bangsa.