Ketua FKUB Kota Bekasi, H. Abdul Manan, mendampingi Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Dirjen Polpum) Kementerian Dalam Negeri dalam kegiatan bakti sosial kepada rumah ibadah yang terdampak banjir pada 4 Februari 2026. Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian pemerintah pusat dan daerah terhadap fasilitas keagamaan yang mengalami kerusakan akibat bencana. Kehadiran FKUB dalam agenda ini sekaligus menegaskan komitmen menjaga solidaritas lintas iman di tengah musibah.

Bakti sosial pertama dilaksanakan di Musholla Jamiatul Khoir, Bekasi Utara, yang sempat terendam banjir beberapa waktu lalu. Rombongan meninjau langsung kondisi bangunan serta menyerahkan bantuan untuk mendukung proses pembersihan dan pemulihan sarana ibadah. Ketua FKUB Kota Bekasi menyampaikan bahwa rumah ibadah memiliki peran vital sebagai pusat pembinaan spiritual dan sosial masyarakat, sehingga pemulihannya menjadi prioritas bersama.

Selanjutnya, rombongan bergerak menuju Gereja HKBP Duren Jaya yang juga terdampak banjir. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat membantu percepatan perbaikan fasilitas serta memastikan aktivitas ibadah dapat kembali berjalan normal. Momen ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap rumah ibadah tidak memandang latar belakang agama, melainkan berlandaskan nilai kemanusiaan.

Dirjen Polpum dalam kesempatan tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat dalam menghadapi dampak bencana. Ia mengapresiasi peran aktif FKUB Kota Bekasi yang terus menjaga komunikasi dan harmoni di tengah situasi sulit. Kegiatan bakti sosial ini diharapkan menjadi simbol kuat bahwa kebersamaan dan persatuan tetap terjaga meski dalam kondisi penuh tantangan.

Ketua FKUB Kota Bekasi menambahkan bahwa solidaritas lintas agama harus terus diperkuat melalui aksi nyata. Menurutnya, bencana menjadi momentum untuk mempererat hubungan antarumat beragama dalam semangat gotong royong. Dengan sinergi yang berkelanjutan, pemulihan rumah ibadah dan lingkungan sekitar diharapkan dapat segera terealisasi secara optimal.