Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bekasi menerima kunjungan studi tiru dari Pemerintah Kota Makassar dan FKUB Kota Makassar pada Sabtu, 18 Juli 2026, bertempat di Kantor Sekretariat FKUB Kota Bekasi. Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran FKUB Kota Bekasi, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bekasi, FKUB Kota Makassar, Kesbangpol Kota Makassar, serta Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Makassar. Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan semangat kolaborasi sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi antardaerah dalam membangun kehidupan masyarakat yang rukun dan harmonis. Kunjungan ini menjadi wadah untuk berbagi pengalaman, praktik baik, dan inovasi dalam menjaga kerukunan umat beragama di tengah keberagaman sosial dan budaya. Melalui dialog yang terbuka, kedua daerah berupaya memperkaya wawasan sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan kehidupan yang damai, inklusif, dan saling menghormati.

Kegiatan studi tiru tersebut bertujuan untuk mempelajari kinerja FKUB Kota Bekasi yang selama ini dinilai berhasil membangun komunikasi lintas agama dan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah serta seluruh elemen masyarakat. Selain itu, rombongan Pemerintah dan FKUB Kota Makassar juga ingin mendalami strategi Pemerintah Kota Bekasi dalam mewujudkan kerukunan yang berkelanjutan sehingga berhasil memperoleh predikat sebagai salah satu kota paling toleran di Indonesia. Dalam sesi pemaparan, FKUB Kota Bekasi menjelaskan berbagai program yang telah dijalankan, mulai dari forum dialog lintas agama, mediasi penyelesaian persoalan keagamaan, edukasi moderasi beragama, hingga penguatan peran tokoh agama dalam menjaga stabilitas sosial. Peserta kunjungan juga memperoleh gambaran mengenai pola koordinasi yang dibangun antara FKUB, Pemerintah Kota Bekasi, Kesbangpol, Kementerian Agama, serta unsur masyarakat dalam menciptakan suasana yang kondusif. Berbagai pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi referensi yang dapat diadaptasi dan dikembangkan sesuai dengan karakteristik masyarakat di Kota Makassar.

Selain mempelajari berbagai praktik baik yang diterapkan di Kota Bekasi, kegiatan ini juga menjadi forum untuk bertukar informasi mengenai program kerja, kondisi sosial-keagamaan, serta kebijakan strategis yang dijalankan oleh masing-masing daerah. Perwakilan Pemerintah dan FKUB Kota Makassar memaparkan berbagai tantangan maupun peluang yang dihadapi dalam menjaga harmoni di tengah masyarakat yang memiliki latar belakang agama, budaya, dan etnis yang beragam. Diskusi berlangsung secara interaktif dengan saling memberikan masukan mengenai pendekatan yang efektif dalam membangun komunikasi, mencegah potensi konflik, serta memperkuat nilai-nilai toleransi di lingkungan masyarakat. Kesbangpol dan Kementerian Agama turut memberikan pandangan mengenai pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung tugas FKUB sebagai mitra strategis pemerintah. Pertukaran gagasan tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan menjaga kerukunan tidak hanya bergantung pada satu lembaga, tetapi memerlukan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan.

Melalui kunjungan studi tiru ini, FKUB Kota Bekasi kembali menegaskan komitmennya untuk terus menjadi ruang dialog yang inklusif serta pusat pembelajaran bagi daerah lain dalam penguatan kerukunan umat beragama. Pemerintah Kota Bekasi juga menyambut baik inisiatif kerja sama antardaerah sebagai langkah nyata dalam memperkuat persatuan bangsa melalui pertukaran pengalaman dan praktik terbaik. Seluruh peserta berharap hasil dari pertemuan tersebut dapat ditindaklanjuti melalui komunikasi yang berkelanjutan serta kerja sama dalam berbagai program yang mendukung moderasi beragama dan kehidupan sosial yang harmonis. Semangat saling belajar dan berbagi pengalaman diyakini akan memperkuat kapasitas kelembagaan FKUB di berbagai daerah dalam menghadapi dinamika kehidupan masyarakat yang semakin kompleks. Dengan sinergi yang terus terjalin antara pemerintah, FKUB, dan seluruh elemen masyarakat, diharapkan upaya menjaga toleransi dan kerukunan umat beragama dapat semakin kokoh serta menjadi fondasi penting bagi pembangunan nasional yang berkelanjutan.