Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bekasi, H. Abdul Manan, menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus HUT ke-41 GPIB Immanuel pada Senin, 17 Agustus 2026. Pertemuan dua momentum bersejarah tersebut menjadi kesempatan untuk meneguhkan kembali semangat kebangsaan dan persaudaraan di tengah masyarakat yang memiliki latar belakang agama, budaya, dan tradisi yang beragam. Dalam suasana peringatan kemerdekaan, kebersamaan yang terbangun di lingkungan gereja tersebut memberikan pesan bahwa nilai-nilai persatuan dapat tumbuh melalui sikap saling menghormati dan kesediaan untuk hidup berdampingan. Kehadiran Ketua FKUB Kota Bekasi juga menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antartokoh agama sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kerukunan umat beragama.

Dalam pidatonya, H. Abdul Manan menyampaikan harapan agar peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan HUT ke-41 GPIB Immanuel tidak hanya dimaknai sebagai perayaan seremonial, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya persatuan di tengah perbedaan. Ia menekankan bahwa keberagaman merupakan kenyataan sekaligus kekuatan bangsa Indonesia yang harus dirawat dengan kesadaran dan tanggung jawab bersama. Perbedaan agama, keyakinan, maupun latar belakang sosial tidak seharusnya menjadi alasan untuk saling menjauh, apalagi menumbuhkan permusuhan. Sebaliknya, perbedaan perlu menjadi ruang untuk belajar memahami satu sama lain, membangun kepercayaan, dan memperkuat rasa persaudaraan sebagai sesama anak bangsa.

“Meskipun kita berbeda, kita tetap satu, Indonesia.” Pesan tersebut menegaskan bahwa identitas keagamaan dan identitas kebangsaan dapat berjalan berdampingan tanpa harus saling meniadakan. Setiap warga negara memiliki hak untuk menjalankan keyakinannya, sekaligus tanggung jawab untuk menghormati hak orang lain dalam kehidupan bersama. Dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika, persatuan tidak menuntut semua orang menjadi sama, melainkan mengajak setiap warga menerima perbedaan sebagai bagian dari kehidupan berbangsa. Nilai inilah yang perlu terus dihidupkan melalui perjumpaan, dialog, kepedulian sosial, dan kerja sama lintas agama dalam menghadapi berbagai persoalan kemasyarakatan.

Peringatan HUT ke-41 GPIB Immanuel yang bertepatan dengan HUT ke-81 Kemerdekaan RI juga menjadi momentum untuk merefleksikan kontribusi lembaga keagamaan dalam membangun kehidupan sosial yang damai. Rumah ibadah tidak hanya memiliki peran dalam membina kehidupan spiritual umat, tetapi juga dapat menjadi ruang tumbuhnya nilai-nilai kemanusiaan, solidaritas, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Dalam masyarakat majemuk seperti Kota Bekasi, peran tokoh agama menjadi penting untuk menyampaikan pesan yang menyejukkan serta mendorong umat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu yang dapat memecah belah persaudaraan. Kerja sama yang terjalin di antara berbagai komunitas keagamaan merupakan modal sosial yang perlu dipelihara demi menciptakan lingkungan yang aman, harmonis, dan inklusif.

Bagi FKUB Kota Bekasi, kerukunan umat beragama bukan sekadar kondisi ketika konflik tidak terjadi, melainkan proses berkelanjutan untuk membangun rasa saling percaya dan kesediaan bekerja sama di tengah perbedaan. Upaya tersebut membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat luas. Semangat kemerdekaan hendaknya menjadi landasan untuk memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai Pancasila, menghormati kebebasan beragama, dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Melalui momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan HUT ke-41 GPIB Immanuel, pesan persatuan yang disampaikan H. Abdul Manan diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus merawat toleransi dan membuktikan bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan bagi Indonesia.