Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Bekasi menerima kunjungan dari Detasemen Khusus 88 Antiteror dalam rangka memperkuat sinergi pencegahan penyebaran paham radikal di Kota Bekasi pada Senin, 11 Mei 2026. Pertemuan yang berlangsung di Kantor Sekretariat FKUB Kota Bekasi ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga kondusivitas wilayah serta memperkuat kolaborasi antara aparat keamanan dan tokoh agama. Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan dengan mengedepankan dialog serta pendekatan preventif.

Ketua FKUB Kota Bekasi, H. Abdul Manan, didampingi Sekretaris FKUB Kota Bekasi, Syafrudin, SE, menyambut baik kedatangan jajaran Densus 88. Dalam kesempatan tersebut, kedua belah pihak berdiskusi mengenai pentingnya membangun komunikasi yang intensif antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, dan masyarakat dalam mengantisipasi potensi gangguan terhadap kerukunan. Sinergi yang terjalin diharapkan mampu memperkuat sistem deteksi dini terhadap berbagai potensi yang dapat mengganggu stabilitas sosial di Kota Bekasi.

H. Abdul Manan menegaskan bahwa FKUB Kota Bekasi memiliki komitmen untuk terus menjadi mitra strategis dalam menjaga kehidupan masyarakat yang damai, rukun, dan harmonis. Menurutnya, upaya pencegahan terhadap berkembangnya paham yang dapat memecah belah masyarakat memerlukan kerja sama seluruh elemen bangsa, termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat, dan aparat penegak hukum. Ia juga menekankan pentingnya mengedepankan edukasi, dialog, dan penguatan nilai-nilai kebangsaan sebagai bagian dari upaya menjaga persatuan.

Pertemuan ini sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh masyarakat Kota Bekasi. Kolaborasi antara FKUB dan Densus 88 diharapkan dapat terus ditingkatkan melalui berbagai program pembinaan, sosialisasi, serta penguatan wawasan kebangsaan di tengah masyarakat yang majemuk. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat daya tahan sosial masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan yang dapat mengganggu kehidupan bermasyarakat.

Melalui pertemuan ini, FKUB Kota Bekasi menegaskan kesiapannya untuk terus bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga kerukunan umat beragama dan stabilitas daerah. Semangat kolaborasi yang dibangun menjadi modal penting dalam mewujudkan Kota Bekasi yang aman, damai, dan harmonis. Dengan kebersamaan serta komunikasi yang baik, diharapkan Kota Bekasi dapat terus menjadi contoh daerah yang mampu merawat keberagaman sebagai kekuatan dalam membangun kehidupan masyarakat yang rukun.