Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bekasi menghadiri kegiatan peletakan batu pertama pembangunan Gereja Katolik TNI–Polri St. Ignatius yang diselenggarakan pada Rabu, 15 Juli 2026. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam mendukung kebebasan beragama sekaligus memperkuat semangat toleransi di Kota Bekasi yang dikenal sebagai daerah dengan masyarakat yang majemuk. Prosesi peletakan batu pertama berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh berbagai unsur, mulai dari jajaran TNI dan Polri, tokoh agama, pejabat pemerintah, hingga tokoh masyarakat. Kehadiran Ketua FKUB Kota Bekasi mencerminkan komitmen lembaga tersebut dalam mendukung terciptanya kehidupan beragama yang harmonis serta menjalin hubungan yang baik antarumat beragama. Acara berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan, saling menghormati, dan semangat persaudaraan sebagai wujud nyata implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat.

Pembangunan Gereja Katolik TNI–Polri St. Ignatius diharapkan dapat menjadi sarana ibadah yang representatif bagi umat Katolik, khususnya keluarga besar TNI dan Polri, sekaligus menjadi simbol kuatnya semangat persatuan dalam keberagaman. Proses peletakan batu pertama menandai dimulainya pembangunan rumah ibadah yang telah melalui berbagai tahapan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dalam kesempatan tersebut, para tamu undangan menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan fasilitas keagamaan. Mereka menilai bahwa pembangunan rumah ibadah bukan hanya menghadirkan tempat beribadah, tetapi juga menjadi ruang pembinaan moral, spiritual, dan penguatan nilai-nilai kebangsaan. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, pembangunan gereja tersebut diharapkan dapat berjalan lancar hingga selesai dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ketua FKUB Kota Bekasi menegaskan bahwa keberadaan rumah ibadah bagi seluruh umat beragama merupakan bagian dari pemenuhan hak konstitusional warga negara yang harus dijaga bersama. Menurutnya, FKUB memiliki peran strategis dalam membangun komunikasi, memperkuat dialog, serta memfasilitasi terciptanya hubungan yang harmonis di tengah keberagaman masyarakat. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mengedepankan sikap saling menghormati, menghargai perbedaan, dan menjaga persaudaraan sebagai modal utama dalam membangun Kota Bekasi yang damai. Kehadiran berbagai unsur lintas agama dalam kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa semangat toleransi tidak hanya diwujudkan dalam bentuk dialog, tetapi juga melalui dukungan nyata terhadap kebutuhan setiap pemeluk agama. Nilai-nilai kebersamaan yang ditunjukkan dalam kegiatan ini diharapkan dapat menjadi teladan bagi masyarakat dalam memperkuat persatuan dan kerukunan.

Peletakan batu pertama Gereja Katolik TNI–Polri St. Ignatius menjadi salah satu momentum yang memperlihatkan eratnya sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, dan masyarakat dalam menjaga kehidupan yang rukun dan harmonis. Kegiatan ini sekaligus mempertegas bahwa pembangunan tidak hanya berorientasi pada aspek fisik, tetapi juga pada penguatan nilai-nilai sosial, spiritual, dan kebangsaan. Melalui kolaborasi yang terus dibangun, diharapkan setiap proses pembangunan rumah ibadah di Kota Bekasi dapat berlangsung dalam suasana damai, saling menghormati, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Semangat toleransi yang tercermin dalam kegiatan tersebut menjadi modal penting untuk memperkokoh persatuan di tengah keberagaman agama, budaya, dan latar belakang masyarakat. Dengan komitmen bersama dari seluruh pemangku kepentingan, Kota Bekasi diharapkan terus menjadi contoh daerah yang mampu merawat kerukunan umat beragama sebagai fondasi utama pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.