Focus Group Discussion (FGD) yang digelar oleh University of New South Wales berkolaborasi dengan Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Bekasi berlangsung dengan lancar pada Rabu, 4 Maret 2025 di Kantor Sekretariat FKUB Kota Bekasi. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian penelitian akademik yang bertujuan menggali pandangan berbagai organisasi keagamaan mengenai dinamika kerukunan dan keberagaman di Indonesia. Diskusi berlangsung dalam suasana terbuka dan partisipatif, di mana setiap peserta diberikan ruang untuk menyampaikan pandangan serta pengalaman dari organisasi yang diwakilinya.

FGD ini menghadirkan perwakilan sejumlah organisasi keagamaan dan kemasyarakatan di Kota Bekasi, di antaranya Majelis Ulama Indonesia, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, serta Persatuan Islam. Selain itu hadir pula perwakilan organisasi Kristen seperti Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia dan Asosiasi Pendeta Indonesia. Keterlibatan berbagai unsur lintas organisasi tersebut mencerminkan semangat kebersamaan dalam membangun dialog konstruktif demi memperkuat kehidupan beragama yang harmonis.

Tidak hanya organisasi keagamaan, kegiatan ini juga melibatkan unsur komunitas lintas iman dan kepemudaan seperti Persaudaraan Wanita Lintas Agama, Forum Pemuda Lintas Agama, Forum Pelajar Lintas Agama, serta Pemuda Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia. Kehadiran berbagai kelompok ini memberikan perspektif yang lebih luas mengenai praktik toleransi dan kolaborasi lintas iman di tingkat masyarakat. Para peserta berbagi pengalaman mengenai peran organisasi dalam menjaga kerukunan, mengelola perbedaan, serta merespons isu-isu sosial di tengah masyarakat.

Sepanjang diskusi, para peserta secara aktif menyampaikan pandangan terkait peran masyarakat sipil dan organisasi yang diwakili dalam memperkuat harmoni sosial di Kota Bekasi. Pertukaran gagasan berlangsung dinamis dengan berbagai perspektif yang memperkaya kajian akademik yang sedang dilakukan. Beberapa rekomendasi juga muncul dari diskusi tersebut, terutama mengenai pentingnya memperkuat dialog lintas agama, pemberdayaan generasi muda, serta kolaborasi antara organisasi keagamaan dan pemerintah daerah.

Melalui kegiatan FGD ini, diharapkan hasil diskusi dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan penelitian dan studi ilmiah mengenai kerukunan umat beragama di Indonesia. Selain itu, forum ini juga memperkuat jejaring kolaborasi antara akademisi internasional dan para pemangku kepentingan lokal. Dengan semangat dialog dan keterbukaan, FKUB Kota Bekasi terus berupaya menjadi ruang pertemuan yang produktif bagi berbagai elemen masyarakat dalam merawat keberagaman. (ai)