
Sejumlah tokoh lintas agama yang tergabung dalam FKUB Kota Bekasi menerima kunjungan penelitian dari mahasiswi University of New South Wales atas nama Khoirun Nisa pada Selasa-Jumat, 24-27 Februari 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Sekretariat FKUB Kota Bekasi dalam suasana dialogis dan penuh keterbukaan. Penelitian yang diangkat bertema “Peran Pemerintah dan Masyarakat Sipil Indonesia dalam Mengakomodasi Keberagaman”.
Hadir dalam pertemuan tersebut KH. Madinah sebagai perwakilan Islam, Pendeta Uli Saud Nainggolan mewakili Kristen, Hubertus Manek dari unsur Katolik, Bong Tji Phin dari Buddha, IGM Rudhita dari Hindu, serta Soegandi sebagai perwakilan Konghucu. Masing-masing tokoh menyampaikan pandangan terkait praktik kerukunan dan kolaborasi lintas iman yang selama ini berjalan di Kota Bekasi. Diskusi berlangsung dinamis dengan pertukaran gagasan mengenai tantangan dan peluang dalam merawat keberagaman.
Dalam pemaparannya, para tokoh agama menjelaskan peran strategis FKUB sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Mereka menekankan bahwa pendekatan dialog, mediasi, serta kolaborasi sosial menjadi kunci dalam menjaga harmoni. Selain itu, dukungan kebijakan pemerintah daerah juga dinilai penting dalam menciptakan ruang partisipasi yang inklusif bagi seluruh elemen masyarakat.
Khoirun Nisa menyampaikan apresiasi atas keterbukaan para tokoh lintas agama dalam berbagi pengalaman dan praktik baik. Ia menilai Kota Bekasi memberikan gambaran konkret tentang sinergi pemerintah dan masyarakat sipil dalam merawat toleransi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi akademik sekaligus memperkaya perspektif global mengenai pengelolaan keberagaman di Indonesia.
Pertemuan tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk terus memperkuat dialog dan kerja sama lintas agama. FKUB Kota Bekasi menegaskan kesiapan mendukung penelitian dan kajian akademik yang mendorong penguatan harmoni sosial. Momentum ini menjadi bukti bahwa semangat toleransi di Kota Bekasi tidak hanya dipraktikkan secara lokal, tetapi juga menjadi perhatian dalam konteks internasional. (ai)